Sabtu, 19 November 2011

LEVEL TRADER FOREX

Berdasarkan informasi dari sana sini  kita akan membahas satu demi satu Level Trader Valuta Asing  / Forex online ini dan coba cocokkan diposisi manakah kita saat ini ?


Level 0
Dilevel ini seseorang akan mempelajari pengetahuan forex itu secara mendalam melalui berbagai jenis buku-buku literatur yang mereka dapati baik secara gratis atau beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang berada dilevel ini adalah orang yang hebat dan bisa menjadi seorang penulis buku Forex yang terkenal atau best seller, tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki keberanian untuk bermain secara nyata.
Ada juga yang sudah mendaftar gratis dan di berikan modal Gratis ( marketiva.com ) bingung cara tradingnya yang sebenarnya sangat mudah dan dapat di pelajari oleh siapapun. Sungguh mengenaskan………

Ada beberapa dari orang yang berada di Level ini bisa menjadi seorang Analis dari perusahaan valas, hal ini desebabkan orang yang berada dilevel ini menguasai Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara teori. Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan pada setiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lupa bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tak pernah sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel ini adalah “No Action Talk Only

Level 1
Kita akan sadar dengan pengetahuan saja maka kita tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal secara financial. Hal yang paling penting adalah bukan seberapa besar kita dapat mengetahui teori forex itu namun seberapa banyak profit yang dapat kita kumpulkan dalam kantong.
Pada level ini seseorang akan mulai membuka sebuah account dan melakukan trading. Kita menjadi trader karena mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kita telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya forex itu?.
Kita mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu semua hanyalah awal keuntungan saja. Pada awalnya kita tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan insting, toh kita bisa profit.
Namun sayangnya, market akan mengalahkan kita. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Loss demi loss menghampiri kita, kita terus mencoba bertahan namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan?.
Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita tidak bisa trading, kita tetap mengira bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kita tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kita tidak mempunyai sistem yang kumplit, kita dikuasai oleh emosi, kita selalu averaging posisi jika loss karena kita Marah pada market, kita selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kita dikuasai oleh Keserakahan, kita tidak pernah trading karena takut. Kita membiarkan diri kita dikuasai oleh emosi sehingga margin equity.
90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. Sebagian lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di brokernya. Kemudian sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.

Level 2
Di level ini kita sadar bahwa kita tidak bisa trading bila tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kita tahu solusinya, kita sadar bahwa selama di level 1 pikiran kita dikaburkan oleh emosi sehingga kita tidak bisa berpikir secara jernih.
Di level ini kita akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system yang tidak pernah loss), kita mulai membeli system yang ada di internet, kita membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, kita baca semua ebook yang ada, kita praktekan semua system yang di peroleh, kita haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
Pada level ini kita akan membaca semua detail tentang indikator, kita akan test semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kita mungkin akan membuat indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kita akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.
Kita tahu bahwa market terlalu rumit untuk di prediksi hanya dengan 1 indicator saja, kita tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. Kita tahu persis keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
Kita akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. Kita akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. Karena kita tahu kalau kita tidak bertanya sekarang maka selamanya kita tidak akan tahu.
Pada akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kita.
Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.

Level 3
Pada akhir level 2, kita akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan money management yang benar.
Kita mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
Level pencerahan ini membuat otak kita menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
Kita mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.
Kita mulai trading jika kita tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kita hanya trading jika ada signal dari system kita, kita selalu menggunakan stoploss, karena kita tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.
Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kita. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kita tahu system itu system yang profit.
Kita secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan kita untuk melakukan trading apapun yang terjadi.
Kita mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. Dan hal ini mengingatkan kita 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama pada kita dan memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kita memang belum siap namun sekarang sudah siap.
Di level pencerahan, otak kita akan menerima bahwa kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

Level 4
Oke, Sekarang kita hanya trading jika system kita memberi signal.
Kita cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kita tahu system kita akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account.
Di level ini kita memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kita mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kita meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kita lakukan.
Kita memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki systemnya, menguasai emosi kita, dan melaksanakan money managemen yang kita pegang.
level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.


Level 5
Nah sekarang kita sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kita bisa trading secara alami, kita telah menguasai semuanya, kita bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kita telah open di posisi yang benar, jadi kita tinggal melihat profit kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kita telah menguasai emosi kita dan kini kita trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kita peroleh.
Level ini disebut disebut Level Trader Sejati.
Kita akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita kenal dengan pertanyaan mereka, karena kita ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kita akan memberikan saran bagi mereka, namun kita tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
Kita tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kita mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kita bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kita bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.
Kita mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kita bisa membuat buku sendiri, kita bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kita akan berlipat-lipat dari account awal.
Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sampai disini saja dulu dan kami harapkan anda sudah bisa memilih dilevel mana anda sedang berada saat ini.
Apakah anda bangga menjadi seoarang TRADER FOREX ?
Bila ya.. maka teruskan bisnis forex ini dan yang paling penting, Jadikanlah Forex ini sebagai Hoby dan bukan pekerjaan. Bila anda menjadikannya Hoby maka anda akan merasa senang dan nyaman dalam mejalaninya namun bila forex itu merupakan sebuah pekerjaan maka dia akan menjadi beban untuk anda lakukan.


Jumat, 18 November 2011

TRADING FOREX TANPA KALAH

Trading Forex TANPA kalah ? (No Loss)

Seringkali hal ini terdengar sangat fantastis dan tidak masuk akal, tetapi sebenarnya hal tersebut bisa dilakukan.
Menurut analisa kami, hanya ada 1 (satu) teknik forex yang bisa diterapkan agar menghasilkan suatu metode trading forex tanpa kalah (99.9% menang) , faktor 0.1% kalahnya jika terjadi human error atau kesalahan penempatan pada manusianya itu sendiri.
Pada dasarnya teknik trading forex ada bermacam-macam, dan yang paling umum dipakai oleh para trader adalah sebagai berikut :
  • Teknik trading forex dengan scalping , yaitu suatu teknik trading forex yang memanfaatkan take profit kecil-kecil dalam jumlah yang beruntun , terutama di saat kondisi pasar sedang tenang atau flat. Tetapi teknik ini biasanya menggunakan stop loss yang besar. Sehingga Risk dan Rewards nya seringkali kurang berimbang.
  • Teknik Martingale , yaitu suatu teknik trading yang menggunakan lipatan volume lot, contoh: trading dengan 1 lot, jika kalah maka lot tersebut akan dilipat gandakan menjadi 2 lot, lalu 4 lot dan seterusnya hingga menang atau profit. Hal ini bisa dilakukan di modal anda sangat kuat, tetapi tentunya resikonya juga sangat tinggi sekali bila terjadi kekalahan.
  • Teknik Averaging , yaitu suatu teknik trading yang memanfaatkan rata-rata harga. Contoh Buy di harga 100 kemudian ketika pasar turun di harga 80 maka kita order Buy lagi , ketika turun di harga 60 maka Buy lagi dan seterusnya, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih bagus, tetapi teknik ini adalah melawan trend dan juga membutuhkan modal yang banyak pula.
  • Teknik Hedging , yaitu suatu teknik trading yang memanfaatkan locking posisi , teknik trading ini dapat menjadi “senjata makan tuan” atau gali lubang tutup lubang bila salah penerapannya.
  • Teknik trading dengan analisa Teknikal ataupun Fundamental , yaitu suatu teknik trading forex yang terlebih dahulu menganalisa indikator, chart, grafik dan berita-berita yang terjadi di pasar.
  • Teknik trading Ngawur atau Gambling , yaitu suatu teknik trading yang tanpa didasari apapun dan hanya insting belaka seperti berjudi , ini adalah yang seringkali dilakukan oleh pemula ataupun yang belum paham betul di forex.
  • Teknik trading dengan korelasi , yaitu suatu teknik trading yang memanfaatkan korelasi dari suatu pergerakan mata uang . Teknik ini masih kurang bagus karena tidak stabil, mengingat pergerakan mata uang tidak selalu tetap terus dengan pola yang sama.
  • Teknik automatic trading (robot) , yaitu suatu teknik trading yang dimana semuanya diserahkan kepada Robot atau EA . Sukses atau tidaknya teknik ini adalah bergantung kepada Robot atau software trading otomatis tersebut.
  • Teknik trading dengan pola Risk Management (manajemen resiko) , teknik ini sangat bagus dan banyak digunakan oleh para trader profesional . Dan memang risk management adalah kunci sukses dalam bertrading. Teknik ini memanfaatkan penggunaan Stop Loss dan pengaturan resiko serta keuangan.
Tetapi ada 1 teknik forex lagi yang menurut kami bebas dari resiko kalah, yaitu suatu teknik trading forex melalui Arbitrase Broker dengan Carry Trade(adapula yang menyebutnya dengan teknik Trading Balance), yaitu suatu teknik trading forex yang memanfaatkan BUNGA atau SWAP tetapi dengan menggunakan 2 broker forex yang berbeda, yaitu 1 broker yang memiliki bunga tinggi, dan 1 lagi adalah broker yang swap free (bebas bunga). Tetapi anda DILARANG hanya menggunakan 1 broker yang sama untuk penerapan cara ini, karena hal ini menyangkut Terms and Conditions dari suatu broker.

Bagaimana penerapannya ?

Cukup sederhana, yaitu :
Pilih broker forex yang benar-benar kredibel dan teregulasi, agar investasi dan dana anda juga aman. Memang banyak broker forex yang unregulated ataupun yang broker instan yang bisa menerima pembayaran seperti Liberty Reserve, Bonus yang Fantastis, dll, tetapi kami sarankan untuk menghindari broker jenis ini (yang menerima transfer pihak ke 3/perantara/liberty reserve dan yang berkantor pusat di lokasi/negara tidak jelas), karena kami mempunyai pengalaman yang sangat buruk dalam implementasi teknik ini di broker jenis tersebut, dan akhirnya profit kami tidak dibayar dan merugi puluhan ribu US Dollar tanpa bisa mengadu kepada regulator pemerintah siapapun. (mungkin dapat membaca juga ulasan diBROKERFOREX.com agar tidak terjeblos ke pemilihan broker yang salah ataupun calon scam / broker bucket shop)
Kami menyarankan menggunakan broker yang terdaftar pula di CFTC dan yang kredibel (ini penting untuk keamanan) , serta yang mempunyai representative di Indonesia agar memudahkan anda dalam pengurusan account dan supportnya. Sebagai rekomendasi kami menggunakan broker forex yang menyediakan swap free(bebas bunga) dari GAINSCOPE.com , dan 1 lagi kami menggunakan broker yangterdapat Bunga (tanpa swap free) yaitu dapat memilih broker diINTERBANKPRO.com ataupun di ECNPRO.com , broker tersebut sangat bagus dan teregulasi (multi regulated), serta merupakan broker yang besar sehingga anda tidak perlu kuatir dengan keamanan dana dan transaksi anda.
Setelah memilih DUA broker forex regulated yang tepat, maka lakukan langkah berikut (dengan catatan account trading forex anda telah siap digunakan) :
  1. Depositkan dana ke kedua broker forex tersebut dalam jumlah yang sama, contoh: $5000 di Gainscope dan $5000 di ECNpro
  2. Cek bunga (swap rate) dari mata uang yang ingin diperdagangkan. Cara cek bisa lihat di kolom Market Watch di dalam software trading MT4 nya, lalu klik kanan, setelah itu pilih Symbols , lalu pilih mata uangnya, lalu Properties. Contoh: AUD/USD . Dan jangan memilih mata uang yang tidak ada bunganya atau minus semua. (carilah mata uang yang mempunyai bunga positif yang besar di posisi Buy atau Long nya) . Disamping itu pertimbangkan pula dengan faktor spread.
  3. Lakukan BUY AUD/USD di broker yang terdapat Swap (broker ECNpro) dan SELL AUD/USD di broker yang Swap Free (broker Gainscope). Volume Lot harus sama.DAN JANGAN TERBALIK atau salah pasang.
  4. Setelah itu biarkan open posisi (Buy dan Sell) tersebut sampai mendapatkan bunga(bunga akan didapat setelah melewati jam 4 pagi WIB).
  5. Balancekan (seimbangkan) posisinya bila bunga positif yang didapat sudah anda rasa cukup. Biasanya 2 minggu bunga sudah cukup.
  6. Tarik dana, dan simpan keuntungannya.
  7. Ulangi lagi langkah ke 1 diatas untuk membalancekan (menyeimbangkan) posisi nya kembali.
Untuk rasio volume lot, bisa menggunakan 0.5 lot x 2 untuk modal $5000 x 2 . Sedangkan untuk jumlah modal yang lainnya bisa anda sesuaikan sendiri rasio volume lotnya.
Berapa Rata-rata keuntungannya ? Rata-rata keuntungan profit yang bisa didapat dengan teknik ini adalah sekitar 3% hingga 5% per bulan atau sekitar 36% hingga 60% per tahunnya (setelah diperhitungkan dengan bank charge anda) . Returnnya cukup bagus dan konsisten, serta dapat menggunakan dana besar dengan lebih aman dan nyaman.
Cukup mudah , dan TANPA beresiko kalah atau loss. Karena posisi order anda sebenarnya telah terhedging (locking / terkunci) di 2 broker, dan hanya memanfaatkan bunga positif nya saja dalam mencari profit, serta harus re-balancing kembali. Tetapi anda tidak perlu pusing menganalisa pasar ataupun stress dengan pergerakan pasar forex yang tidak menentu.
Anda bisa mencoba cara ini di demo trading terlebih dahulu agar menguasai cara kerjanya terlebih dahulu dengan lancar sebelum terjun di Live Account.

Jumat, 07 Oktober 2011

MANAGEMENT RESIKO

MANAGEMENT RESIKO DALAM BERTRANSAKSI DALAM FOREX, INDEX DAN KOMODITISemua investasi memiliki kemungkinan merugi, begitu juga forex, Index saham dan komoditi trading. Manajemen resiko merupakan salah satu cara meminimalisasi kerugian melalui fasilitas yang tersedia pada platform, management resiko adalah sbb:

Cutloss: Menutup posisi terbuka dalam keadaan rugi agar kerugian tidak semakin bertambah.
Contoh:Buy di 1.9150 ( karena prediksi harga akan naik ) ternyata harga turun terus ke 1.9110 (prediksi salah) dan ada kemungkinan harga bakal turun terus maka kita menutup posisi buy 1.9150 di1.9110 sehingga kerugian sebesar 40 points
Kalau kita terus membiarkan posisi maka kerugian bisa menjadi 220 points karena harga turun terus ke 1.8930

Switching : Menutup posisi terbuka dalam keadaan rugi (salah prediksi ) agar kerugian tidak semakin bertambah dan membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi yang rugi untuk menutup kerugian yang telah terjadi.
Contoh:
Buy di 1.9150 ( karena prediksi harga akan naik ) ternyata harga turun terus ke 1.9110 (prediksi salah) dan ada kemungkinan harga bakal turun terus maka kita menutup posisi buy 1.9150 di
1.9110 sehingga kerugian sebesar 40 points ,Kemudian kita membuka posisi Sell 1.9080 dan close di 1.8980 keuntungan 100 points
Jika di jumlahkan maka keuntungan = - 40 (posisi 1) + 100 (posisi 2) = +60 points 

Hedging: membuka 2 posisi sekaligus karena ada prediksi harga akan bergerak naik turun tidak banyak.
Contoh:
Buy di 1.9130 (posisi 1) dan sell di 1.9100 (posisi 2) kemudian :
pada saat harga naik maka kita tutup posisi buy ( close buy 1.9170) untung 40
pada saat harga turun maka kita tutup posisi sell ( close buy 1.9040) untung 60
Sehingga posisi buy maupun sell untung kedua2nya total keuntungan :
Posisi 1 : +40
posisi 2 : +60
Total keuntungan posisi 1 + posisi 2 = 100 points

Averaging: Membuka posisi baru dimana posisi baru sama dengan posisi awal tapi dengan harga berbeda.
Contoh:
Buy di posisi 1.8620 (posisi 1) harga kemudian turun
Buy lagi di posisi 1.8580 (posisi 2) harga kemudian turun
Buy di posisi 1.8540 (posisi 3)
Ketika harga berbalik naik ke 1.8630 kita tutup semua posisi yang ada (1-3)
keuntungan : posisi 1 = 10 points, posisi 2 = 50 points, posisi 3 = 110 points 


Total keuntungan : 110 + 50 + 10 = 170 points 

Sabtu, 07 Mei 2011

STOCKHASTIC

Stochastic Oscillator

User Rating: / 33
PoorBest 
Merupakan alat analisis ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Seperti namanya, nilai kisaran pada indikator ini adalah 0-100 (oscillator). Stochastic Oscillator digunakan untuk menunjukkan posisi closing relatif terhadap  range transaksi dalam suatu periode tertentu. Pada dasarnya indikator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relatif harga terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terrendahnya selama selang periode yang kita inginkan.
Stochastic Oscillator terdiri dari dua garis yang disebut %K dan %D. Inti dari indikator ini adalah %K itu sendiri sedangkan %D adalah SMA dari %K. Bisa dikatakan bahwa %D adalah sebagai garis pengidentifikasian arah %K.


Jika kita lihat dari range Stochastic Oscillator yaitu 0-100, dapat dikatakan bahwa sebenarnya indikator ini tidaklah berbeda dengan RSI. Hanya saja dalam Stochastic perhitungan meliputi harga terendah, tertinggi dan closing price pada waktu yang ditentukan.


Secara matematis Stochastic Oscillator didefinisikan sbb:
  pada periode tertentu.
Recent close = harga penutupan terakhir
Lowest Low = harga terendah selama periode yang ditentukan
Highest high = harga tertinggi selama periode yang ditentukan


Sedangkan untuk %D adalah SMA dari %K itu sendiri. Secara default biasanya nilai %K adalah 14 dan %D adalah 3. Pemilihan periode %D hanya sebesar 3 periode disengaja untuk meningkatkan sensitifitas dari %D itu sendiri. Pertanyaannya apakah bisa selain nilai tersebut. Tentu saja bisa seperti indikator lainnya. Namun ada beberapa jenis Stochastic Oscillator dimana kita tidak dapat mengganti besar %D. Kita akan pelaajri nanti.


Nah, mari lihat gambar dibawah ini. Untuk grafik kali ini saya menggunakan Tradex Executioner (Meta Trader) sebagai tampilan karena netdania kurang representatif dalam menampilkan indikator ini.


Tidak usah bingung dengan tampilannya yang agak hitam. Candle yang berwarna putih artinya Bearish pattern sedangkan yang tidak berwarna adalah Bullish pattern. Tinggal anda sesuaikan saja. Toh, seorang trader profesional memang harus terbiasa dengan berbagai jenis tampilan dan chart yang ada. Ada banyak penyedia online forex trading chart, bukan hanya dua ini saja. Jika anda mau, anda dapat melakukan browsing melalui Google, maka anda akan menemukan berbagai penyedia layanan online forex trading dengan berbagai bentuk tampilan dan berbagai kelebihan yang mereka tonjolkan. Salah satu kelebiha Meta Trader adalah perihal kecepatannya dalam untuk dioperasikan dan juga kelengkapannya. Jika anda bertanya mengapa saya tidak memakai ini dari awal adalah karena memang hanya saya lebih terbiasa dengan netdania. Tapi tidak masalah sama sekali jika diharuskan memakai Meta Trader.





Fast, Slow dan Full Stochastic Oscillator
Sama seperti RSI yang juga oscilator indicator, kelebihan sekaligus kekurangan Stochastic adalah sensitifitasnya. Karena senstif maka dapat memberikan sinyal yang lebih dini dalam pemantauan pergerakan harga. Namun dengan demikian membuka celah munculnya berbagai sinyal palsu. Untuk mengurangi banyaknya sinyal palsu karena sensitifitas Stochastic maka diperlukan lebih dari sekedar %D untuk menghaluskannya. Garis %K pun dapat dihaluskan terlebih dahulu sebelum kemudian diolah kembali menjadi %D. Pengolahan ini membuat berbagai varian dari Stochastic Oscillator.
Fast Stochastic adalah nama lain dari Stochastic biasa (pada gambar diatas adalah Fast Stochastic). Apabila garis %K dimuluskan SMA 3 periode sebelum kemudian diolah kembali dengan SMA 3 peride berikutnya guna memperoleh garis %D maka akan diperoleh Slow Stochastic Oscillator. Sedangkan bila pemulusan menggunakan SMA dengan periode selain 3 untuk %K, Stochastic yang demikian dinamakan Full Stochastic Oscillator.
Dewasa ini pemulusan %K dari Stochastic bukan hanya menggunakan SMA tetapi dapat juga menggunakan WMA dan XMA. Jadi, sebenarnya bergantung pada mana yang menurut Anda cocok. Saya hanya akan membahas cara membaca untuk Fast Stochastic Oscillator, untuk varian lainnya sama saja dalam cara membacanya. Yang berbeda adalah sensitifitas dan keakuratannya saja. Dan jangan lupa ada penentuan periode disinii. Jika %K kita ubah periodenya menjadi lebih besar atau lebih kecil dari 14 maka juga kan menghasilkan keakuratan yang berbeda tergantung  pair yang Anda transaksikan.
Gambar diatas adalah Full Stochastic Oscilaltor dengan menggunakan pemulusan 5 periode untuk %K-nya. Periode yang saya pakai disini adalah 14. Perhatikan perbedaannya dengan Fast Stochastic Oscillator yang telah saya berikan diatas. Full Stochastic terlihat lebih smooth dan halus.


Interpretasi Stochastic Oscillator
Ada beberapa informasi yang dapat kita peroleh dengan Stochastic oscillaotr. Namun secara umum tidak berbeda dengan informasi pada RSI dan SMA. Dan memang Stochastic Oscillator sebenarnya adalah gabungan dari kedua jenis indikator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda. Secara keseluruhan, indikator ini dapat kita gunakan untuk menentukan keadaan overbought/ oversold (yang artinya prediksi trend untuk jangka panjang), perpotongan antara %K dan %D (sebagai short term trend), dan Bullish/Bearish centerline.
Overbought / Oversold
Keadaan overbought/ oversold menurut Stochastic diperoleh bila garis %K telah memasuki batasan 20 dan 80 yakni dibawah 20 untuk oversold dan diatas 80 untuk overbought. Sama dengan RSI bukan? Harap diingat juga bahwa batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau yang lain. Jadi jangan heran bila saya juga menggunakan batasan yang berbeda dalam menentukan kondisi overbought/ oversold dari situasi ini.


Keadaan overbought/ oversold ini akan memicu naik turunnya harga dalam jangka panjang. Apabila sedang terjadi kenaikan harga namun stochastic sudah menuju titik overbought-nyadan mulai meninggalkan area tersebut,itu berarti akan terjadi tekanan pada laju kenaikan harga yang pada akhrinya membuat harga kembali turun sampai keseimbangannya yang baru. Perhatikan gambar berikut. Untuk batasan overbought/ oversold kali ini saya menggunakan 25/75 (saya beri garis ungu) dan garis kuning menandakan %K meninggalkan area overbought/ oversold sehingga dapat kita katakan harga sedang menuju momentum kenaikannya.


%K and %D Crossing
Nah, kalau batasan overbougth/ oversold itu untuk trend jangka panjang, maka perpotongan %K dan %D ini kita gunakan untuk perubahan trend minor. Maksudnya begini, bila dalam suatu kondisi long Bullish trend, seringkali dalam pergerakannya kita menemukan trend-trend minor. Besarnya minor dan mayor disini sangat relatif, bergantung pada time line yang kita gunakan. Untuk time line jam-jam an misalnya, jangan remehkan minor trend ini karena pergerakannya bisa mencapai 50 point! Itu artinya lebih dari cukup untuk memperoleh keuntungan sampai 50 Dollar hanya dengan 1  lotdan mengandalkan minor trend.
Seperti kita ketahui sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain pencerminan dari perubahan harga. Jadi, sesuai dengan sifat MA dalam menentukan perubahan trend, setiap perpotongan antara %D dengan %K berarti adalah perubahan trend untuk jangka waktu singkat di depan. Kondisi Bullish terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaliknya trend Bearish diperoleh ketika %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah overbought/ oversold. Jika ini terjadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuat sekali sehingga akan terjadi kemungkinan harga menembus batas support dan ressistance-nya. Perhatikan gambar berikut:


Pada gambar barusan kita bisa melihat secara keseluruhan harga sedang bergerak naik namun demikian sering kali pada saat kenaikan harga, terjadi penurunan-penurunan singkat yang merupakan usaha para pembeli menurunkan harga namun tidak cukup kuat dalam menahan tekanan beli. Dalam kondisi demikian kita bisa mengambil dua keuntungan sekaligus yaitu pada trend dalam jangka panjang maupun dalam short term trend. Kedua kondisi ini dapat kita ketahui cukup dengan Stochastic Oscillator.


The Centerline
Sama seperti oscillator lainnya, pada Stochastic Oscillator pun juga terdapat centerline yang dipatok pada nilai 50. Pembacaan centerline ini pun sama persis dengan cara pembacaan pada RSI. Bila %K memotong centerline dari bawah ini menandakan kondisi Bullish Centerline dan sebaliknya bila % K memotong dari bawah kondisi Bearish tercapai. Sederhana bukan? Namun demikian sejujurnya centerline crossover ini jarang digunakan karena seringkali terlambat memberikan rekomendasi buy/sell. Para analis lebih sering menggunakan perpotongan antara %D dengan %K.


Nah, sampai disini bahasan mengenai Stochastic Oscillator. Sebelum kita berpindah kepada indikator lainnya, perlu saya ingatkan kembali mengenai perihal karakter indikator oscillator seperti Stochastic ini. Hal yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan indikator yang bergerak dalam kisaran tertentu seperti ini adalah sensitivitasnya. Begitu juga pada Stochastic yang dapat bersifat sangat sensitif bila kita menggunakan periode yang tidak tepat. Penggunaan periode yang tidak tepat dapat membawa kita pada pengambilan keputusan yang salah yang pada akhirnya membawa kita pada kerugian besar.Untuk itu sangat disarankan Anda mencari periode yang terbaik pada indikator ini untuk setiap pairs. Besarnya bisa berbeda-beda. Semakin panjang periode yang dipakai maka grafik indikator akan semakin halus yang artinya ke-sensitifitas-annya akan berkurang. Disarankan juga untuk menggunakan Full Stochastic dalam penggunaan karena memang lebih halus dan dapat mengurangi grafik indikator yang terlalu keriting.